8/25/12

Angan-angan di Paris -2



Matahari terbit, itulah yang paling ditunggu-tunggu oleh dua orang sahabat ini setiap paginya. Pagi ini okalina terlihat sangat berbeda, dia bangun tidur di pagi buta sekali padahal biasanya dia selalu bangun kesiangan. Sedangkan alisha masih tertidur nyenyak di sofa pink kesayangan okalina.

"Alisha bangun lish, ayo kita lihat matahari terbit. Terlihat sangat indah dari halaman depan rumahku"

"hmmm.... padahal aku masih ngantuk" gumam alisha

"Ayo cepat, aku sudah tidak sabar"

Setelah alisha bangun akhirnya mereka berdua pergi ke halaman depan rumah Okalina. Ketika mereka baru sampai di ruang tamu, okalina melihat keluarga nya dengan keluarga alisha sedang berkumpul di halaman depan rumahnnya. Seperti mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius.

"Jangan cepat-cepat jalannya, oka. Jiwa ku belum terkumpul semua" ujar alisha, yang masih sangat mengantuk.

"Hey, lish. Lihat itu, apa yang sedang mereka bicarakan? Hmm, seperti sesuatu yang serius. Ayo ikut aku."

"..."

"Lish.. Alisha?? Alishaa!!" teriak okalina.

"what happen, oka!?" ujar alisha

"wake up!! don't sleep anymore."

Setelah 10 menit okalina mendengarkan perbincangan keluarga nya dengan keluarga alisha dari dalam rumah, akhirnya masing-masing keluarga kembali masuk ke rumah mereka. Lagi-lagi alisha tertidur kembali di sofa ruang tamu, tidurnya terlihat sangat nyenyak sehingga dia tidak ikut okalina mendengarkan perbincangan antara keluarga nya dengan keluarga okalina. Lalu ibu, masuk ke rumah.

"Bu, ada apa?" tanya okalina, dengan khawatir.

"Kita... kita tidak..."

"Kita tidak apa, bu? Ada apa sebenarnya??"

"Maaf sayang, kita tidak jadi pergi ke Paris hari ini. Kita tunda dulu kepergian kita ke Paris untuk sementara ini, karena..."

"Apa? Tidak bu, kau pasti bercanda. Ayolah bu, kita beres-beres sekarang aku sudah tidak sabar untuk berangkat ke Paris hari ini. Ayo, bu" ujar alisha, sambil menangis tertawa.

"Okalina, kita tunda dulu hari ini. Tolong mengerti keadaan ayahmu saat ini." ujar ibu, sambil memeluk okalina.

"Ayah? Kenapa ayah ?"

"Ayahmu masuk rumah sakit hari ini, nak. Tadi pagi ketika ia sedang memanaskan mobilnya, tiba-tiba ayahmu pingsan dan wajahnya sangat pucat sekali. Ketika di bawa ke rumah sakit, ternyata ayah kekurangan darah. So, we have to wait until your dad recovers."

"Ayah, kenapa dia bisa begitu....... aku harap dia baik-baik saja."

"sure! Tell alisha, baby" ujar ibu.


Okalina sangat tidak bisa menerima keputusan ibunya untuk menunda liburan ke Paris. Padalah dia sudah sangat gembira dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan liburannya kali ini. Walaupun okalina sangat kecewa tetapi dari dalam lubuk hatinya, dia sangat prihatin dengan keadaan ayahnya yang sedang terbaring di rumah sakit.

"Hmmm...ahhhh selamat pagi, Australia!!!" teriak alisha yang baru saja bangun tidur.

"..."

"oka, mengapa kau menangis? Hari ini kita akan pergi ke Paris, come on cheer up girl!" ujar alisah yang sama sekali belum tahu bahwa, kepergiannya ke Paris di tunda.

"Siapa bilang?? Kita akan tetap di Australia, tak tahu sampai kapan."

"Joke.. joke.. joke. Hahaha"

"Jangan tertawa! Ini serius!" ujar okalina sambil melihat kedua mata alisha "Dengar, Lish. Kita sekeluarga tidak jadi berlibur ke Paris. Kau tanya kenapa? Kenapa? Karena ayahku sedang di rumah sakit sekarang karena dia jatuh pingsan, karena juga..."

"berhenti..! aku paham apa maksud mu, oka. Tak apa, jangan menangis dan janganlah kau menyesalkan kejadian ini. Tuhan sudah merencanakan semuanya, jadi kita harus bisa menerima semuanya. Smile girl" ujar alisha, dia mencoba untuk menghiubur okalina.

"Iya, lish. Tapi ini adalah kesempatan emas kita untuk menjadi mahasiswa lulusan Prancis, ketika kita sekolah disana."

"Tak apa, jangan dulu pikirkan tentang itu. Bagaimana kalau kita sekarang mandi, lalu kita pergi ke mall dan kita shopping sesuka kita lalu makan lalu melihat cowok-cowok keren, lalu..."

"tapi bagaimana dengan ayah? kita tidak mungkin bersenang-senang sementara ayah sedang sakit" ujar okalina.

"don't worry. Kita tidak akan lama untuk shopping nanti. Setelah kita pulang dari mall, kita akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayahmu"


Alisha yang baru mengetahui bahwa kepergiannya untuk berlibur sekaligus bersekolah di Paris tertunda, perasaannya sangat kecewa. Tetapi dengan begitu, dia juga sangat khawatir dengan keadaan daddy Sam yaitu ayahnya Okalina yang saat ini terbaring di Rumah sakit dan sedang menunggu seseorang yang sangat baik untuk mendonorkan darahnya untuk daddy Sam. Sunggu disayangkan sekali golongan darah mom Susan dengan okalina adalah AB jadi tidak bisa untuk di donorkan kepada daddy Sam yang tergolong darah B. Tapi walaupun begitu mereka berdua tetap berusaha untuk mencari siapapun orang diluar sana yang sangat berbaik hati untuk menyumbangkan darah mereka kepada ayah okalina.

"sudah siap??" tanya Okalina kepada alisha.

"siap, ayo berangkat!!" ujar alisha dengan wajah gembiranya.

"goodbye money. We will spend you tonight with the luxury goods. And daddy, get well soon dad. Will see you, now. Wait me!" gumam okalina.

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading. Please provide your Questions, Suggestions, and Criticisms about this post.