Showing posts with label Random Stories. Show all posts
Showing posts with label Random Stories. Show all posts

8/2/13

Maybe, they won't be replaced

Halooooo temaaaann..apa kabar? My loyal readers juga apa kabar? walaupun gue gak tau apa emang ada pembaca setia gue atau cuma sekedar numpang lewat nambahin visitors..
gue kania disini, cewek remaja yang kadang pendiam, kadang moody, kadang males, kadang bosan dll....muncul lagi disini. 
Kira-kira udah berapa abad yaa gue gak nge-post nge-post nih.. *buka kalender*

Kalau boleh cerita sedikit nih, sekitar 2 bulan yang lalu gue jarang nge-post. Itu dikarenakan gue sibuk.. biasalah tau kan gue siapa?? wkwk. Gak lah, ya gue emang agak sibuk karena kan bulan lalu itu persiapan naik ke kelas 2 sma.. buat gue. Terus libur mau puasa, gue sekeluarga sibuk beli peralatan ATS (Alat Tulis Sekolah) terus beli barang-barang buat lebaran, kan? Kurang sibuk apalagi coba? 
Belum lagi gue sibuk makan, tidur, makan, tidur (itu dilakukan selama sebelum bulan puasa) makanya gue jadi gampang males dan jarang nge-post. 
Dan kayaknya juga mulai ke depan gue bakal irit-irit nge-post kali yaa. Ini juga gue nge-post ada hubungannya juga sama tugas sekolah gue. Tugas TIK lebih tepatnya.. Ya, lo pasti tau apa? Disuruh bikin blog. Dikarenakan gue udah punya blog dari jaman gue belum lahir -_- jadi gue bikin postingan baru aja. Oya, kenapa gue bakal jarang2 ngepost.. Karena schedule udah mulai padat. Sekolah, belajar, apalagi gue ngambil jurusan IPA nih. Bener-bener harus di pertanggung jawabkan utk giat belajar *keprok-keprok*

Gue kali ini nge-post itu karena gue kangen bgt sama blog gue yang udah banyak spiderman nya. Jadi gue sekalian beberes blog gue ini yg agak "Kudet" kata raditya dika. Style blog gue ganti, awalnya kan gue pakai blogskin. Terus header juga gue ganti.. Oya ngomong-ngomong soal header. Setelah postingan ini, gue bakal posting lagi nih tentang sesuatu yang berhubungan sama teman sesama blogger yaitu, mba Mega Gumelar hihi.

Okay, langsung aja ke tema postingan kali ini. Judulnya "Maybe, they won't be replaced
Mungkin lo semua bertanya-tanya, tentang judul post ini.. atau emang gue yang ke-geeran karena sebenernya gak ada yang nanya? -skip-
Jadi mungkin lo udah tau artinya apa.. dan kali ini itu berhubungan sama teman-teman bodor gue. Atau lebih dikenal dengan Bastard. Bisa diliat deh twitter kita..monggo ->> TheStoryofBSTRD
Jujur, selama sejarah gue sekolah dari TK sampai SMA sekarang, gue belum pernah ketemu sama temen-temen kayak mereka. Bisa dibilang, baru sekarang gue nemu. 
Kalau boleh jujur... boleh gak nih? mereka itu temen-temen yang solid, "menurut gue". Jadi kita itu selalu kompak, yaa walaupun terkadang kita unkompak hehe..tapi menurut gue itu hal yang wajar, karena itu adalah proses untuk mempererat tali persahabatan kita yang dimulai dari SMA kelas 1 tepatnya tanggal 4 februari 2013. Jadi kalau kita anniv, lo wajib ngucapin guyss! mention aja ke twitter kita, hihi.
Oke lanjut.. Gue seneng banget bisa jadi bagian dari mereka (baca: Bastard) karena banyak warna-warni yang gue rasain, dan itu rasanya kayak rainbow cake. 
Di bastard itu, unik guys! FYI nih....mereka orangnya asik-asik (nb: ini jujur, berdasarkan pengalaman) lol.
Bastard..kita punya 9 anggota. Yang mau tau siapa aja para angel ini.. monggo liat aja official twitter kita. mereka ada di following koksss..
Oke, di bastard ini orangnya unik dan asik-asik. Bahkan kita masing-masing punya julukan masing-masing. Selain julukan juga kita punya kesenangan masing-masing. Ada yang pecinta kpop alias k-popers.. ada juga yang suka sama dunia hollywood, spt gue dan beberapa tmn gue lainnya. ada yg pinter banget, disemua mata pelajaran. ada yang Comet juga, alias fansnya coboy junior :) ada juga yang suka music rock, dan ada juga yang suka sama petra sihombing, ada juga yang beliebers....yaa gue sendiri hihi..masih banyak lagi hobi-hobi mereka cuma gue ga bisa kasih tau satu-satu karena tangan gue cuma dua. dan kalau mau tau lebih lanjut, monggo..dibuka official twitter kita hihi.

4/26/13

Angan-Angan Di Paris -4



"Alisha... alisha!" teriak Okalina.

Sebagaimana saran ibunya, pagi itu okalina pun pergi ke rumah alisha untuk menanyakan soal bunga mawar putih itu. Tapi mungkin ini terlalu pagi untuk datang ke rumah alisha, karena biasanya alisha belum bangun.

"Iya, maaf kamu siapa?" Tanya seseorang gadis kecil, yang keluar dari rumah alisha.

"hmm.. aku okalina tetangga alisha sekaligus sahabatnya. Kamu siapa adik kecil? Alisha nya ada?" Tanya okalina sedikit kebingungan

"..."

"Kenapa kamu diam saja,cantik?"

"Oh tidak, ayo silahkan masuk.."

Sepertinya ada yang aneh dengan sikap adik kecil itu, okalina sama sekali tidak tahu siapa gadis kecil cantik itu. Dan alisha pun belum sempat bercerita dengan okalina. Mungkin saja tamu nya alisha.

Okalina pun segera berlari menuju kamar alisha. Benar saja, kalau alisha memang masih tidur.

"Lish... Alisha, ini aku okalina. Kau masih tidur..?" Tanya okalina sambil menepuk-nepuk pipi alisha. "Alisha, ayo bangun. Ada hal penting yang ingin ku tanyakan."

"hmm...."

"Akhirnya, kau bangun juga."

"Oka, kamu ini bisanya menganggu orang sedang tidur saja. Ada apa sih?" Tanya alisha, sedikit kesal.

"Maaf..maaf. Begini, kemarin malam aku mendapatkan bunga mawar putih ini didepan rumahku. Disini juga ada namaku, tertulis "Untuk Okalina :)" Kira-kira  dari siapa ya?"

"Wow.. Secret admire. Hmm" Gumam alisha.

"Secret admire? Kamu tahu? Ibuku mengatakan hal yang sama dengan yang barusan kamu bilang itu. Pengagum rahasia dari mana, coba?"

"Hahaha..." Alisha tertawa terbahak-bahak. "Okalina, pengagum rahasia itu pasti ada kok. Hanya karena rahasia, jadi...."

"Jadi apa?" Tanya okalina.

"Ya sudahlah, bagaimana kalau sekarang kita lari pagi saja" Ajak alisha.

"Tapi soal bunga ini bagaimana?"

"Gampang, kita akan cari tahu itu perlahan tapi pasti. Ya sudah sekarang kita ke rumahmu dulu, untuk menyimpan bunga mawar itu"

"Tidak usah, aku titip di rumahmu saja lalu nanti selesai lari pagi aku akan mengambilnya kembali."

Alisha berusaha untuk membantu okalina mencari tahu darimana bunga ini, dan siapa yang  memberikan bunga ini. Pagi itu, alisha mengajak okalina lari pagi keliling perumahannya. Tetapi....
sebelum melanjutkan lari pagi, okalina sempat bertamu dengan adik kecil yang memandangnya tadi pagi.

"Aww.." Teriak adik kecil itu.

Okalina tidak sengaja menabrak adik kecil yang tadi pagi sempat diam dan menatap muka okalina didepan pintu rumah alisha.

"Ups, maaf sayang. Aku tidak sengaja, apa kau baik-baik saja? Tanya okalina tergesah-gesah. "Maaf aku menabrakmu, karena aku sedang buru-buru."

"Kau sangat lembut, pantas saja kakak ku naksir kepadamu"

"Maksud.. maksudmu apa?"


Secara spontan adik kecil itu membuka rahasia kakaknya yang selama ini naksir dengan okalina, dan kakaknya itu adalah sepupunya alisha yang sedang berlibur di australia.

"Oh.. tidak aku.a..aku hanya sedang latihan drama untuk di sekolah ku nanti. Hehe" Jawab adik kecil itu terbata-bata.

"Haha kau sangat lucu.." Balas okalina sambil memegang pipi adik kecil itu "Kau masih belum lancar berbicara ya, aku suka kamu. Ngomong-ngomong, siapa namamu?" Tanya okalina.

"Nama ku, Jensen. Dan kau?"

"Jensen.. nama yang bagus. Oh ya, aku okalina.. Ya sudah jensen, aku harus pergi karena alisha sudah menungguku diluar dari tadi. Bye"

"..."


Jensen hanya terdiam. Dia hampir saja membongkar seluruh cerita kakaknya yang di ceritakan kepada jensen, bahwa kakaknya naksir kepada Okalina.
Pagi itu saat lari pagi, okalina banyak bertanya kepada alisha tentang sepupunya yang sedang berlibur di australia.


"Jensen lucu yaa.." Kata okalina

"Kau sudah tahu dia ya?"

"Iya tadi aku tidak sengaja menabraknya, lalu kita kenalan."

"Hmm.."

"Kok cuma hmm? Oh ya, Jensen sama keluarganya sedang liburan di australi?"

"Iya dia sedang liburan.. Dia sama...."

"Sama...? Sama siapa?"

"Tuh dia!"


Alisha menunjuk kakaknya Jensen yang naksir dengan okalina, dan kebetulan kakaknya itu sedang berlari pagi juga. Dan alisha pun mengajak kakaknya untuk berkenalan dengan oka.

"Ini dia, Jensen juga sama kakaknya. Kenalin, namanya Johnson."

"Hai.. Aku Johnson. Siapa namamu? :)" Tanya Johnson yang terlihat senang sekali bertemu dengan okalina.

"Hai juga, namaku Okalina." Jawab oka

"Senang bertemu denganmmu.." Balas Johnson

"Aku juga :)"

"Hmm.. Ehm, apa kalian ingin aku tinggal untuk lari pagi tanpaku? Oh.. maksudku kalian ku biarkan lari pagi berdua?" Tanya Alisha.

"Kau mau?" Tanya Johnson kepada okalina

"Oh haha, tidak usah. Makasih, lagian sekarang sudah mau siang. Lain kali saja. Ya sudah, aku harus pergi. Aku mau pulang dulu. Sekali lagi, senang bertemu denganmu, John" Jawab okalina

"Aku juga, bye. See you later.. Okalina" Jawab Johnson

11/2/12

Kangen Mantan



"9 bulan lagi yaitu bulan Juli tanggal 25 itu hari anniv failed kita yang ke 1 tahun. Hahah, sayang tapi failed. Coba aja kita nggak putus, mungkin nanti bakal jadi 1 tahun yang bahagia banget" Gumam lolly dalam hatinya.

Lolly sang ratu luar negeri. Ratu luar negeri? Yaa... dia ini beda dari cewek-cewek lainnya, semua mantan yang dia punya itu berasal dari luar negeri dan yang kemarin mereka baru putus, si doi berasal dari India. Oh my gosh.... Kedengarannya memang sedikit aneh, tapi cowok India berkulit coklat ini benar-benar sayang sama lolly dan begitu juga sebaliknya dengan lolly
Tapi saat itu si doi mengatakan akan melamar lolly, sedangkan lolly baru berusia 15 tahun. Dan saat si doi bilang kepada orang tuanya bahwa doi akan melamar lolly langsung saja orang tuanya menolak, mereka bilang "cut it down!" 
Padahal hanya ada 2 alasan mengapa orang tua si doi tidak mau kalau doi menikahi lolly, yaitu yang pertama karena perbedaan umur yang berbeda 2 tahun lalu yang kedua karena jarak mereka yang sangat jauh India-Indonesia.
Saat itu lolly sedang berada di mobil, dan dia menerima sebuah pesan WhatsApp dari doi. Lolly menangis saat membaca pesan itu karena si doi memutuskan hubungan jarak jauhnya itu. Lolly tidak percaya atas keputusan pacar indianya itu, lalu hari demi hari lolly bisa menerima semuanya.

Saat beberapa bulan kemudian, sudah lama sekali lolly tidak berhubungan dengan si doi, tentu saja ada perasaan rindu yang mendalam dengan doi. Tak tahu apakah doi sudah melupakan lolly atau ada apa-apa....?
Saat itu lolly membuka salah satu akun sosial media yang dia punya, facebook. Dia mengganti foto profil nya dengan yang baru. Lalu setelah itu, ada 1 pemberitahuan. Lolly melihat pemberitahuan itu, dan ternyata sang mantan yaitu Indian Boy, menyolek lolly dan menyukai foto profil yang baru saja diganti. 
Betapa senangnya perasaan lolly saat itu, lalu lolly membalas menyolek dia. Dan sampai sekarang terus berlanjut, poke..poke..poke..
Pada saat malam, lolly melihat pemberitahuan facebooknya dan terdapat inbox masuk. Si doi kangen lolly !!!

"hey beautiful girl :) how are you?" 

if you were Lolly, what would you feel? Pasti meleleh banget, dan berasa..berasa.... hmm ini seperti mimpi! 
Lalu tanpa berpikir lama lolly pun membalas, "hey cool man :) im fine, and you?

"i am good. thanks" jawab si doi

"thats nice"

":D missed me?" tanya si doi

"yes i miss you so much, so long time i haven't been talk to you. missed me too? :)" jawab lolly

dan percakapan mereka terus berlangsung hingga tengah malam.
lolly benar-benar tidak percaya bahwa ternyata mantannya masih ingat dengan lolly. Dan saat mereka sedang chatting, lolly sangat berharap kalau doi ngajak balikan lagi seperti dulu.
lalu, saat itu si doi mengatakan pada lolly

"do you still love me?"
lolly pada saat itu sangat bingung harus menjawab apa, walaupun memang dia masih sangat mencintai doi.

"actually yes, but  you don'worry" jawab lolly

"want to kiss me?"

"yes :* want to kiss me too?"

"yes baby, i want to kiss you every time"

lolly bingung mengapa si doi mengatakan "baby" lagi kepada lolly, padahal mereka sudah putus, lalu lolly menjawab

"baby?"

"i love you. always"

"i love you too baby" jawab lolly

"so we are back baby?"

dan akhirnya......

"yes baby"

lolly menerima lagi si doi sebagai pacarnya, dan lolly sangat berharap sekali bahwa dia bisa bertemu dengan mantanya di India.
Pada saat mereka masih pacaran dulu, si doi pernah bilang seperti ini

"baby, i after marriage we will live in Sydney only and then have a  happy little family with our children later. And baby, before we got married i want us to meet in Taj Mahal as a symbol of our love, and i will state i want to marry there. 
I will kneel in front of you, holding your hands, and stared at your beautiful eyes and will you marry me?"

dan lolly berharap angan-angan mereka yang sudah direncanakan itu akan tercapai dan benar-benar nyata.

10/29/12

Remaja Labil




"Duh, dompet ini lucu banget. Apalagi yang warna putih polkadot, mmm.. tapi yang biru bunga-bunga itu juga lucu. Kira-kira beli yang mana ya.. Hmm.. yang putih ini atau yang biru bunga-bunga itu. Hmm.."

"Kak, cepet dong milih dompet aja sampai se-jam! Jangan kebanyakan mikir."

Lola, cewek remaja ini sedang labil-labilnya. Nggak tau kenapa, padahal dia jarang mengalami labil seperti ini sampai menghabiskan waktu berjam-jam. Aneh memang.
Saat lola dan sang mama sedang belanja disebuah mall, lola melihat banyak sekali dompet-dompet yang lucu-lucu dan sangat menarik hatinya. Dia pun memang berniat untuk membeli salah satu dompet itu. Tapi saat dia sedang ingin memilih mana yang harus dia beli, labil dia kambuh sampai-sampai mama nya kesal.

"Yang ini.. atau itu? Ma, bantuiinnnnn"

"Yaa terserah kamu aja, kak mau yang mana."

"Yang putih ini aja kali ya ma, lucu."

"Ya udah yuk bayar."

"Eitss, tapi yang biru juga lucu sih ma. Lebih elegant, terus yang putih juga lebih cewek banget. Jadi yang mana yaa.."

"Ayo dong, kak......"

"Putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru......?????"

"Biru aja deh, elegant..."

"Oke, yuk ke kasir."


Saat sedang membayar di kasir, mama bertanya apa dompetnya tidak terlalu terlihat seperti  dompet ibu-ibu? Memang sih elegant, tapi terkesan tua jika lola yang memakai. Lola mulai kembali bingung, labil nya pun semakin parah. Dan dia membatalkan pembayaran di kasir lalu pergi kembali ke tempat dompet tadi.
Andai saja mama nya tidak berbicara seperti itu, mungkin ini tidak akan terjadi.
Lola, kembali menghitung kancing bajunya..


"Putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru,
 putih,
 biru......????!!!? Aaaa, bingung ma"

"Ah, mama nyesal nanya seperti itu tadi"

Hampir 2 setengah jam lola dan mamanya menghabiskan waktu di mall hanya untuk memilih dompet. beberapa menit kemudian akhirnya lola pun memutuskan pilihannya.
Dia pun memilih dompet yang putih polkadot tersebut. Lucu.

"Oke deh, yang putih aja"

"Ayoo ayo cepet udah sore nih" Mama menarik tangan lola, agar buru-buru bayar ke kasir.

Setelah selesai berbelanja, akhirnya mereka mampir ke sebuah restoran di mall tersebut.
Mama memesan makanan dan minuman, untuk kali ini mama tidak menanyakan lola ingin memesan apa karena takut labil lagi.

"Loh ma, aku belum pesen."

"Udah, samain aja makanannya sama mama dari pada kamu bingung lagi kayak tadi"

"Ya udah.."

"Lol... lol.. Mama bingung sama kamu, kenapa kamu tiba-tiba labil gini sih!?"

"Maklum ma, masih 15. Banyak yang bilang umur segini itu, lagi labil-labilnya."

"Iya sih, tapi mama saranin aja nih yaa.. Jangan sampai kamu labil pas kamu milih cowok nanti"

"..."

9/9/12

Stop bullying #story

Suatu hari, kelas XI SMA melaksanakan praktek berenang untuk nilai UTS olah raga. Bapak guru menyampaikan pesan kepada semua murid di kelas. Pada saat itu, salah satu murid perempuan di kelas XI SMA yang bernama Mawar kelihatan gugup dan bingung. Lalu bapak guru olah raga tersebut bertanya kepada mawar.

Guru OR: "Ada apa mawar? Kelihatannya kamu tidak senang ya, kalau ada pelajaran renang. Bapak perhatikan setiap ada pelajaran renang kamu terlihat seperti stress dan gugup. Apa ada masalah?"

Mawar pun menjawab dengan terbata-bata

Mawar: "Eng..ng..enggak kok pak. Sa..saya..saya nggak kenapa-kenapa. Saya baik-baik saja"

Setelah bapak guru olah raga pergi selesai menyampaikan pengumuman bahwa murid kelas XI akan melaksanakan praktek berenang minggu depan, tiba-tiba Selvi sang raja yang ada di kelas XI itu datang ke meja mawar dengan 3 orang temannya. Selvi datang dengan wajah yang sangat menantang sekali. Selvi adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga kaya raya.
Selvi datang ke meja mawar dengan tujuan untuk menantang mawar latihan berenang lusa hari, sebelum praktek berenang di mulai. Jika mawar menolak, mawar akan mendapatkan balasan yang luar biasa dari geng selvi.

Selvi: "heh, mawar! Lo dengerkan apa yang bapak bilang tadi. Kita bakal praktek berenang minggu depan. Dan lo tau kan, kita musti latihan untuk itu. Jadi, lusa besok gue nantang elo buat latihan bareng gue di tempat renang biasa. Ngerti lo? Kalo lo coba-coba nolak tantangan gue, lo bakal tau balesannya. Paham lo!"
Mawar: "tapi nggak biasanya kan kita latihan, sel. Kok kamu tiba-tiba ngajak latihan."
Selvi: "nggak usah banyak nanya. Lo ikut aja. Lusa besok gue tunggu lo di tempat renang seperti biasa, jam 7 pagi."


Terpaksa mawar menerima tantangan selvi itu. Sebenernya mawar sudah merasakan ada hal yang aneh dibalik ini semua. Karena di kelas ini belum ada yang tahu, bahwa mawar tidak bisa berenang. Kecuali sahabat dekatnya yaitu rino.

Rino: "eh, war. Kamu yakin mau nerima tantangan si selvi. Kan kamu nggak bisa berenang."
Mawar: "aku yakin kok. Ya... itung-itung aku bisa belajar buat praktek minggu depan"
Rino: "war, tapi perasaan aku nggak enak. Kan kamu tau sendiri, kamu sering banget dikerjain sama si selvi dan temen-temennya itu. Inget nggak waktu kamu dikunci di kamar mandi sampe kamu nggak ikut 4 jam pelajaran. Terus kamu inget nggak waktu kamu di suruh tungguin selvi di lapangan siang-siang,


8/28/12

Angan-angan di Paris -3



Sesampainya di Mall, okalina dan alisha segera menuju ke salah satu toko favorit mereka. Toko itu menjual bermacam-macam alat keperluan remaja. Okalina terlihat sangat semangat saat dia memburu sepatu yang sangat dia inginkan sejak dulu. Sedangkan alisha terlihat sangat bingung, mana pakaian yang harus dia beli karena semuanya terlihat sempurna. Setelah mereka berdua selesai belanja, mereka menuju toko buah-buahan untuk membeli buah kesukaan daddy sam, yaitu buah kiwi.

"Gimana perasaan kamu hari ini ?" tanya alisha. "pasti senang, kan?"

"sungguh senang sekali aku hari ini. Terima kasih banyak ya, lish. Oh ya, sekarang kita harus cepat-cepat ke rumah sakit. Aku sudah tidak sabar untuk melihat ayahku."

"..."

"lish? Alishaaaa? helloooooo... Kau sedang melihat apa, sih?" tanya okalina, bingung melihat alisha sedang memerhatikan sesuatu ke arah yang berbeda.

Saat itu alisha melihat mantan pacarnya yaitu Billy berdua dengan seorang perempuan yang sedang jalan menuju mall dari tempat parkir.

"ya ampun. Mengapa ini harus terjadi." gumam alisha.

"apa nya yang harus terjadi, lish? Kau sedang menghayal?" tanya okalina

"tidak-tidak. Baru saja aku melihat Billy dengan perempuan lain, sedang berjalan berdua menuju mall" jawab alisha, dengan wajah sedih.

"Billy? Ohh, come on lish, biarkan saja cowok tidak berguna itu. Dia memang playboy, buktinya dia baru saja 1 bulan putus denganmu sudah mempunyai pengganti dirimu. Ayo, move on."

"Iya kamu benar. Ya sudah biarkan saja, kita harus cepa-cepat menjenguk ayahmu"



Okalina dan alisha pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk daddy sam. Rumah sakit itu tidak jauh dari mall, hanya menempuh jarak 35 menit mereka sudah sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, mereka menuju ruangan 17 yaitu ruangan dimana daddy sam di rawat.

"Ayah..."

"Okalina, sayang. Maafkan ayah." ujar ayah sambil memeluk okalina."

"Tak apa ayah. Aku dan alisha sangat mengerti kondisi ayah yang saat ini sedang tidak baik. Tak apa kita tunda sementara kepergian kita ke Paris ayah. Demi ayah, agar ayah cepat sembuh. Aku sayang ayah" ujar okalina.

"Terima kasih sayang. Kau memang anak ayah yang sangat bisa mengerti ayah. Ayah sayang kamu juga, oka."

"Hey.. hey.. Kalian melupakan aku??" ujar alisha "hahaha, tidak. Aku dan okalina membawakan buah kiwi kesukaanmu, daddy sam"

"wow, terima kasih sekali. Kalian memang baik" ujar ayah. "Oh ya, sebentar lagi ibumu akan datang menjenguk ayah. Jadi sebaiknya kamu dan alisha pulang saja dan istirahat."

"baik ayah" ujar okalina.


Okalina dan alisha kembali pulang ke rumah. Okalina yang  menyetir mobil, mengantarkan alisha pulang ke rumah nya.
Sesampai di rumah okalina sangat merasa lelah. Dia langsung menuju kamar tidurnya dan beristirahat, karena besok dia akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani ayahnya. Tiba-tiba ibu datang ke kamar okalina dengan membawa sebuah bunga mawar putih.


"Okalina, kamu sudah tidur?"

"hey, bu. Ibu sudah pulang dari rumah sakit?" tanya okalina

"iya, ibu baru saja sampai. Dan ketika ibu masuk rumah, sudah terdapat bunga mawar ini di depan pintu. Disini tertulis pesan untuk mu, sayang. Kau tidak bilang kepada ibu kalau kau mempunyai pacar?? " ujar ibu

"bunga untukku?" tanya okalina "ibu, aku tidak punya pacar. Kira-kira siapa pengirim bunga ini? Hmm... harum sekali, harum lavender."

"ya sudah, sekarang kamu istirahat ya sayang. Besok kita akan pergi ke rumah sakit lagi untuk menjenguk ayah."

"tapi, bu..." ujar okalina.

"kau penasaran soal bunga ini?? Tanyakan saja besok kepada alisha, mungkin saja dia tahu tentang bunga ini. Atau memang, kau mempunyai secret admirer."

"ah, ibu kau bisa saja. Haha, baik kalau begitu bu. Selamat malam, aku cinta ibu."

"aku juga cinta kamu, nak." ujar ibu, sambil mencium kening okalina.


Malam itu sangat aneh. Okalina menerima sebuah bunga mawar putih ber-aromakan lavender. Sepertinya ada seseorang yang diam-diam menyukai okalina, tetapi okalina tidak tahu-menahu tentang soal ini. Akhirnya besok pagi okalina berencana untuk menanyakan soal ini semua kepada Alisha, sebagaimana saran ibunya.

8/25/12

Angan-angan di Paris -2



Matahari terbit, itulah yang paling ditunggu-tunggu oleh dua orang sahabat ini setiap paginya. Pagi ini okalina terlihat sangat berbeda, dia bangun tidur di pagi buta sekali padahal biasanya dia selalu bangun kesiangan. Sedangkan alisha masih tertidur nyenyak di sofa pink kesayangan okalina.

"Alisha bangun lish, ayo kita lihat matahari terbit. Terlihat sangat indah dari halaman depan rumahku"

"hmmm.... padahal aku masih ngantuk" gumam alisha

"Ayo cepat, aku sudah tidak sabar"

Setelah alisha bangun akhirnya mereka berdua pergi ke halaman depan rumah Okalina. Ketika mereka baru sampai di ruang tamu, okalina melihat keluarga nya dengan keluarga alisha sedang berkumpul di halaman depan rumahnnya. Seperti mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius.

"Jangan cepat-cepat jalannya, oka. Jiwa ku belum terkumpul semua" ujar alisha, yang masih sangat mengantuk.

"Hey, lish. Lihat itu, apa yang sedang mereka bicarakan? Hmm, seperti sesuatu yang serius. Ayo ikut aku."

"..."

"Lish.. Alisha?? Alishaa!!" teriak okalina.

"what happen, oka!?" ujar alisha

"wake up!! don't sleep anymore."

Setelah 10 menit okalina mendengarkan perbincangan keluarga nya dengan keluarga alisha dari dalam rumah, akhirnya masing-masing keluarga kembali masuk ke rumah mereka. Lagi-lagi alisha tertidur kembali di sofa ruang tamu, tidurnya terlihat sangat nyenyak sehingga dia tidak ikut okalina mendengarkan perbincangan antara keluarga nya dengan keluarga okalina. Lalu ibu, masuk ke rumah.

"Bu, ada apa?" tanya okalina, dengan khawatir.

"Kita... kita tidak..."

"Kita tidak apa, bu? Ada apa sebenarnya??"

"Maaf sayang, kita tidak jadi pergi ke Paris hari ini. Kita tunda dulu kepergian kita ke Paris untuk sementara ini, karena..."

"Apa? Tidak bu, kau pasti bercanda. Ayolah bu, kita beres-beres sekarang aku sudah tidak sabar untuk berangkat ke Paris hari ini. Ayo, bu" ujar alisha, sambil menangis tertawa.

"Okalina, kita tunda dulu hari ini. Tolong mengerti keadaan ayahmu saat ini." ujar ibu, sambil memeluk okalina.

"Ayah? Kenapa ayah ?"

"Ayahmu masuk rumah sakit hari ini, nak. Tadi pagi ketika ia sedang memanaskan mobilnya, tiba-tiba ayahmu pingsan dan wajahnya sangat pucat sekali. Ketika di bawa ke rumah sakit, ternyata ayah kekurangan darah. So, we have to wait until your dad recovers."

"Ayah, kenapa dia bisa begitu....... aku harap dia baik-baik saja."

"sure! Tell alisha, baby" ujar ibu.


Okalina sangat tidak bisa menerima keputusan ibunya untuk menunda liburan ke Paris. Padalah dia sudah sangat gembira dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan liburannya kali ini. Walaupun okalina sangat kecewa tetapi dari dalam lubuk hatinya, dia sangat prihatin dengan keadaan ayahnya yang sedang terbaring di rumah sakit.

"Hmmm...ahhhh selamat pagi, Australia!!!" teriak alisha yang baru saja bangun tidur.

"..."

"oka, mengapa kau menangis? Hari ini kita akan pergi ke Paris, come on cheer up girl!" ujar alisah yang sama sekali belum tahu bahwa, kepergiannya ke Paris di tunda.

"Siapa bilang?? Kita akan tetap di Australia, tak tahu sampai kapan."

"Joke.. joke.. joke. Hahaha"

"Jangan tertawa! Ini serius!" ujar okalina sambil melihat kedua mata alisha "Dengar, Lish. Kita sekeluarga tidak jadi berlibur ke Paris. Kau tanya kenapa? Kenapa? Karena ayahku sedang di rumah sakit sekarang karena dia jatuh pingsan, karena juga..."

"berhenti..! aku paham apa maksud mu, oka. Tak apa, jangan menangis dan janganlah kau menyesalkan kejadian ini. Tuhan sudah merencanakan semuanya, jadi kita harus bisa menerima semuanya. Smile girl" ujar alisha, dia mencoba untuk menghiubur okalina.

"Iya, lish. Tapi ini adalah kesempatan emas kita untuk menjadi mahasiswa lulusan Prancis, ketika kita sekolah disana."

"Tak apa, jangan dulu pikirkan tentang itu. Bagaimana kalau kita sekarang mandi, lalu kita pergi ke mall dan kita shopping sesuka kita lalu makan lalu melihat cowok-cowok keren, lalu..."

"tapi bagaimana dengan ayah? kita tidak mungkin bersenang-senang sementara ayah sedang sakit" ujar okalina.

"don't worry. Kita tidak akan lama untuk shopping nanti. Setelah kita pulang dari mall, kita akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayahmu"


Alisha yang baru mengetahui bahwa kepergiannya untuk berlibur sekaligus bersekolah di Paris tertunda, perasaannya sangat kecewa. Tetapi dengan begitu, dia juga sangat khawatir dengan keadaan daddy Sam yaitu ayahnya Okalina yang saat ini terbaring di Rumah sakit dan sedang menunggu seseorang yang sangat baik untuk mendonorkan darahnya untuk daddy Sam. Sunggu disayangkan sekali golongan darah mom Susan dengan okalina adalah AB jadi tidak bisa untuk di donorkan kepada daddy Sam yang tergolong darah B. Tapi walaupun begitu mereka berdua tetap berusaha untuk mencari siapapun orang diluar sana yang sangat berbaik hati untuk menyumbangkan darah mereka kepada ayah okalina.

"sudah siap??" tanya Okalina kepada alisha.

"siap, ayo berangkat!!" ujar alisha dengan wajah gembiranya.

"goodbye money. We will spend you tonight with the luxury goods. And daddy, get well soon dad. Will see you, now. Wait me!" gumam okalina.

8/24/12

Angan-angan di Paris



"1 bulan berlalu, tetapi aku bingung kenapa kalimat itu masih terus ada dibenakku. Aku bukan siapa-siapa kamu lagi, aku masa lalu kamu sekarang. Forget me forever, goodbye! Kalimat yang dia ucapkan terakhir kalinya itu, selalu membuat aku susah tidur karena memikirkannya" ujar Alisha kepada Okalina sahabatnya, yang saat ini  keadaan Alisha memang sedang tidak baik. Dia selalu memikirkan mantan pacarnya yang telah memutuskan-nya 1 bulan yang lalu, Billy namanya.

Billy adalah seorang cowok asli Inggris berdarah campuran Arab. Berkulit putih, cukup tampan dan berperawakan seperti pemain basket, tinggi dan sedikit berisi. 

"sudahlah, jangan terus membuat kalimat bodoh itu menjadi beban untukmu. Come on, let's have some fun. We are free now! Without boy? never mind! Pernah dengar peribahasa, kan? Masih banyak ikan di laut" Jawab Okalina sambil membereskan pakaiannya, mencoba untuk menenangkan Alisha. 

"aku harus move on!" gumam Alisha, sambil melamun.


Alisha terus menerus melihat keluar jendela, entah apa yang sedang ia pikirkan, padahal besok keluarga nya dengan keluarga Okalina akan pergi berlibur ke Paris, seharusnya dia memasang ekspresi wajah yang senang bukan cemberut dan sedih. Sedangkan okalina sangat bersemangat sekali mempersiapkan barang-barang yang akan ia bawa besok ke Paris untuk beberapa bulan ke depan. Karena okalina dan alisha berencana untuk meneruskan sekolah mereka di Paris. 

"Alisha, apa yang kau lakukan? Kau hanya membuang-buang waktu mu dengan percuma. Cepat bereskan barang-barangmu untuk berlibur ke Paris besok."

"..."

"Alisha!!! Kau dengar tidak apa yang aku bilang? Lish, aku sedang bicara denganmu. Jawab aku! Jangan jadi cewek lemah yang masih mengharapkan cowok playboy itu. Come on, wake up from your nightmare!

"Tarik perkataan mu kembali okalina!" ujar Alisha, "Aku tidak pernah merasa bahwa Billy adalah seorang playboy. Dia hanya pria biasa yang selalu menghargai perasaan wanita, termasuk diriku."

"hah, apa kamu bilang? Menghargai perasaan wanita? Menghargai perasaan wanita sehingga kamu sakit hati dan terus-terusan memikirkan dia lalu kamu berharap agar dia..."

"stop okalina, berhenti! aku muak dengan ini semua, aku ingin sendiri! Please leave me alone." teriak Alisha

"baik, kau sekarang mengusir aku. Ingat alisha, ini kamarku bukan kamarmu sebaiknya kamu yang keluar dari sini."


Lalu akhirnya alisha keluar dari kamar itu dengan membanting pintu kamar okalina.
Mungkin alisha merasa kesal kepada okalina karena okalina tidak bisa mengerti perasaan alisha yang sekarang ini sedang merindu dengan Billy. Alisha pergi ke taman belakang di rumah okalina, dia duduk terdiam sendirian sambil melamunkan sesuatu. Lagi-lagi dia memikirikan saat kebersamaan dia dengan Billy dulu. Dia mengingat kembali betapa bahagianya hati dia saat ia memiliki pria yang sangat romantis yaitu Billy. Dia ingat waktu Billy mengajak ia ke pantai dan memakan 1 ice cream berdua sambil melihat sunset, dia mengingat ketika ia dengan Billy mempunyai topi yang sama bertulisan I love him & I love her dan selalu mereka pakai bersama. Banyak sekali kenangan yang alisha ingat kembali, dan itu semua membuat alisha mengeluarkan air mata. Tiba-tiba Okalina datang menghampiri Alisha sambil membawa es lemon tea.

"Nih minum.." ujar okalina sambil menawarkan lemon tea buatannya, "enak loh, aku yang buat khusus untuk kamu, maafin aku ya Alisha atas kejadian di kamar tadi. Aku nggak bermaksud apa-apa sama sekali kok.

"Dikasih racun nggak?" tanya Alisha sambil bercanda. "Haha aku bercanda, aku minum ya. Ngomong-ngomong, thanks ya minumannya. Maafin sikap aku juga ya, aku terbawa emosi."

"Akhirnya. Coba tenangkan pikiran kamu hapus air mata kamu dan lihatlah ke depan. Masih banyak cowok diluar sana yang tergila-gila sama kamu. Cowok mana sih yang nolak untuk pacaran sama cewek cantik sepertimu. Tinggi, Putih, Berambut panjang.. umm, almost perfect!" Jawab okalina mencoba untuk menghibur Alisha

"Hahaha, terima kasih teman. Aku sadar sekarang, itu hanya masa lalu aku dan Billy yang sudah seharusnya aku buang jauh-jauh dan..."

"Dan.....???"

"Dan coba untuk membuka lembaran baru lagi, kawan! Hahaha" ujar Alisha.

"Hahaha, itu  baru Alisha. Sahabatku sejak kecil..."

Mereka berpelukkan, lalu okalina mengeluarkan air mata karena dia berhasil membuat sahabatnya berubah untuk melupakan cowok yang tidak berguna itu.
Pukul 10 malam tepat, mama okalina menghampiri Alisha dan Okalina yang sedang asyik bercerita di taman belakang, agar mereka untuk segera tidur karena besok akan menjadi hari yang spesial selama liburan kali ini. Hal yang paling menyenangkan lagi, hari ini Alisha akan menginap di rumah Okalina dan untungnya orang tua alisha sama sekali tidak keberatan. Will be the most beautiful night !