Showing posts with label Bieber Love Story. Show all posts
Showing posts with label Bieber Love Story. Show all posts

5/3/12

Bieber Love Story

Part 4
Written by: @kaniapputri


'Emily.. Em! Kita sudah sampai, sayang! Wake up, please.' Teriak ibu.
  Ternyata kita semua sudah sampai di Bandara Hartsfield-Jackson di Atlanta. Aku sungguh kaget kita semua sudah berada di Atlanta, dimana tempat Justin Bieber tinggal, kata Lily. Aku sudah tidak sabar untuk menemui Courtney dan aku juga sudah tidak sabar melihat rumah yang ditetapkan oleh Courtney selama ini, haha. That's cool, right!
Sesampai di airport, kita semua menuju tempat tinggal Courtney. Selama perjalanan, tiba-tiba aku sempat memikirkan Bieber..
Seorang penyanyi yang sangat di-gilai oleh para gadis di seluruh dunia, Wow! Tidak beberapa jauh ari airport, kita sudah sampai di rumah Courtney. Aku terkejut, rupanya sekarang Courtney sudah berubah drastis dari mulai tubuh dia, rambut dia, etc. Lol


*Room*
Kita semua sedang berkumpul di ruang tamu bersama Courtney. Ini adalah suasana yang sangat aku tunggu-tunggu. Selesai kita semua berunding dalam rangka "Rindu" kami semua tidur untuk melanjutkan kegiatan kami besok. 
Pukul 7am. Aku membangunkan Courtney dan mengajak dia lari pagi. Kelihatannya Courtney masih sangat ngantuk sekali, haha.
 'Hey Courtney! Bangun, kak! Sekarang sudah pagi. Aku mau, kau mengajakku keliling sekitar sini.'
Beberapa kali aku membangunkan Courtney, tetapi dia tidak bangun juga.
 'COURTNEY !!!'  Teriak aku.
She finally woke up!
'Hmm.. Ya, okay aku bangun. Ayo sekarang kita lari.' Jawab Courtney dengan suara yang masih lemas.
Yea! Kita sudah siap, langsung kita pergi keluar dan menikmati udara pagi di Atlanta. Kita pergi ke sebuah taman, taman itu sangat bersih. Tidak beberapa lama kita berlari pagi di taman, terlihat dari kejauhan banyak orang disana. Sedang apa mereka? Akhirnya aku mengajak Courtney untuk melihatnya.
 'Courtney, look! Banyak orang disana. What they are doing?'
'I dunno. Lets see!'

Oh my God! Mereka sedang mengerubungi J-j-justin bieber !
Astaga! Itu Justin!?
 'Courtney!! Lihat pria itu.. Apakah itu Justin Bieber??' Tanyaku gugup.
'That's right! itu Justin. Ayo cepat kita kesana! Kita harus mendapatkan foto bersama dia!'
Courtney mengajakku untuk bertemu dengan Justin, ini adalah hari terindah dalam hidupku. Benar apa kata Lily, You're the one of the lucky girl!
Tetapi, aku sangat tidak bisa melewati banyak orang disini, aku akan sesak napas. Ternyata banyak sekali orang disini, dan mereka semua berisik. Mereka berteriak untuk meminta tanda tangan, foto kepada Justin. Aku tidak bisa memaksakan ini, akhirnyaa.....
 'Em.. Emily !! Bangun, Emily! Bangun!' Tolong !! Hey, all please help!! She fainted!' Teriak Courtney!
Akhirnya semua orang yang berada disitu melihatku dan mencoba untuk membantuku. Hampir seluruh orang disana mencoba untuk membuatku bangun lagi termasuk.... Justin Bieber.
Perhatian Justin pun, teralihkan kepadaku.
 'What a fuss there ? Dose anyone were injured ? Kenny, you check and then immediately take her to the hospital!' Bilang Justin.
'Hey, are you Kenny Hamillton !?!?' Sapa Courtney.
   'Yes, i am. Lets help her. Justin told me to take her to the hospital' Said Kenny.
'Where is Justin ?' Tanya Courtney.
 'He was in the back. Maybe he'll catch up to the hospital later! Come on!'

*Hospital*
Tiba di rumah sakit, aku tersadar. Ketika aku membuka mata, aku melihat ada Mom, Dad, Niel, dan Courtney. Aku pun langsung teringat, apa aku pingsan gara-gara melihat Justin?
 'Emily, kau sudah sadar?' Tanya mom dengan khawatir
'Yes mom. I was awake.
Aku tidak terlalu banyak berbicara dengan mom and dad. Aku langsung terburu-buru menanyakan soal justin kepada Courtney.
 'Courtney! Apa tadi aku pingsan gara-gara melihat Justin?'
'Yes, Em! Then.....' Courtney menjelaskan semuanya dengan gugup. 'You should be happy to hear this news, Emily!'
   'Kabar apa !? Cepat beri tahu aku!' Aku penasaran apa kabar yang akan Courtney bilang kepadaku.
'Yang mengantarkan kau kesini adalah Kenny! Dan Justin lah yang menyuruh Kenny mengantarkan mu ke rumah sakit.'
Aku terkejut pada saat itu! Aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini.
              'Really?? Did you mean Kenny, that was Justin's bodyguard ?? Now, where are Justin and Kenny ? I really want to meet!' Aku memohon kepada Courtney untuk pertemukan aku dengan Justin. Tapi Courtney bilang, tadi dia bertemu dengan Kenny dan Kenny bilang Justin sedang terburu-buru karena ada urusan penting.

->> Next part 5
Much love xx

Bieber Love Story

Part 5
Written by: @kaniapputri

Ini adalah hari, dimana aku akan pulang kembali ke rumah. Aku sangat bosan di rumah sakit. Sesampai di rumah Courtney, aku kembali istirahat sambil menonton Tv di kamar. Aku masih mengingat kejadian tadi pagi, Justin begitu baik mau mengantarkanku ke rumah sakit begitu aku pingsan, Aku sungguh ingin sekali bertemu dengan dia, dan mengucapkan banyak terima kasih.


*KLIK*


Aku memindahkan channel televisi, karena tidak ada acara yang bagus saat ini. Terlintas pada sebuah acara televisi, dikabarkan besok Justin Bieber akan manggung di salah satu gedung. Ini adalah kesempatan bagiku untuk datang ke acara tersebut dan berusaha untuk menemui Justin.
           *Tok! Tok! Tok!*
'Masuk' Kataku.
 Ternyata dad. 'Emily, apa kau sudah membaik?'
'Ya, sedikit membaik.'
 'Bagus kalau begitu. Ayo, kita makan bersama. Mereka sudah menunggu di ruang makan.'
'Baik dad, aku menyusul!'
             At 4pm. Selesai makan bersama, Mom dan Dad pergi keluar rumah, entah kemana. Di rumah hanya ada aku, Niel, dan Courtney. Sementara Niel sibuk bermain dengan mainan barunya. Berbicara tentang Justin akan manggung, aku langsung menanyakan sesuatu kepada Courtney.
'Courtney, apakah kau tau dimana gedung tempat Justin Bieber akan manggung besok?'Tanyaku
  'Memang besok dia akan manggung?' Courtney malah bertanya balik.
'Iyaaa! Tadi siang aku melihat di Tv. Justin akan manggung di sebuah gedung besar.'
  'Oke, besok pagi kita harus cari gedung itu!" Seru Courtney.

Akhirnya Courtney dan aku sepakat untuk mencari gedung itu pagi-pagi sebelum Justin manggung.
Tepat pukul 5 pagi! Aku segera membangunkan Courtney dan segera mencari gedung tersebut. Tumben, hari ini Courtney sangat mudah untuk dibangunkan. Aku dan Courtney sudah bersiap-siap, kita berdua pergi menggunakan sepeda. Setelah beberapa jam encari tahu dimana gedung yang Justin akan manggung disana, kita menemukan seorang gadis kecil yang sangat lucu. Nama dia Sarah, rupanya dia juga akan pergi ke gedung tersebut, dimana Justin akan manggung.
 'Courtney, bagaimana kalau kita tanyakan kepada gadis kecil disana yang sedang membeli ice cream?' Tanyaku.
'Oke, ayo!' Seru Courtney.
Me: 'Hi, bolehkah aku menanyakan sesuatu?'
Sarah: 'Yes sure. What's up?'
Courtney: 'Apakah kau akan menonton Justin Bieber menyanyi sore nanti di sebuah gedung?'
Me: 'Dan apakah kau tahu dimana gedung itu dan apa nama gedung itu?!!'
    Gadis itu teridam. Sepertinya dia sedikit kaget dengan pertanyaan kamu. Akhirnya gadis itu menjawab pertanyaan kami.
Sarah: 'Iya, i know.'
Me: 'Benarkah? Beri tahu kami dimana gedung itu!'
  Akhirnya aku mendapatkan alamat gedung itu. Setahu aku Justin akan mulai manggung sekitar pukul 5 sore. Dan sekarang aku sudah harus siap-siap. Pukul 5 sore tepat! Aku terlambat..! Akhirnya aku buru-buru untuk minta antarkan Courtney ke gedung tersebut. Sesampai di gedung itu, rupanya aku memang terlambat..! Aku berlari untuk masuk ke gedung tersebut, tetapi ternyata aku tidak di izinkan masuk oleh penjaga disana. KENAPA !!??

Aku mencoba mencari jalan pintas agar aku bisa masuk dan menemui Justin. Tidak ada jalan pintas disini, pintu masuk dari belakang pun tidak ada. Aku mencoba lagi untuk mengintip ke pintu masuk di depan, yeaa!! Ternyata ini kesempatanku, penjaga disana rupanya tidak ada. Terlihat dari kejauhan sepertinya, dia sedang membeli makanan di toko itu. tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke gedung ini.
Akhirnya aku berhasil masuk! Tunggu dulu!!
Disini ada dua arah belok, ke kanan dan ke kiri. Mana yang harus aku lewati !?!?
OMG! Akhirnya aku memilih untuk belok kiri, semoga ini benar. Aku terus berjalan ke sebuah lorong-lorong, disini gelap dan tidak ada orang. Aku takut kalau aku salah jalan, seharusnya tadi aku pilih belok kanan! Oh no!!! Aku benar-benar tersesat. Aku tidak tahu dimana ini, gedung ini sangat luas. Aku berteriak meminta tolong, tapi sepertinya tidak ada yang mendengarku. Aku melihat ada sebuah ruangan, aku mencoba untuk masuk kesana. Astaga! Aku terjebak lagi. Aku pikir ini pintu untuk jalan keluar, ternyata ini gudang! Aku harus keluar dari sini. Damn!!
Pintunya tidak bisa dibuka.. TOLONG!! TOLONG AKU !!
Aku berteriak sambil memukul pintu siapa tahu ada yang mendengar teriakkan ku. Beberapa jam berlalu, aku yakin Justin pasti sudah selesai manggung. Dan aku masih disini !? HELP ME PLEASE!! Help me !!
   *Tok! Tok!!*
'Akhirnya, akhirnya ada orang yang mendengar teriakkan ku' Kataku dalam hati.
'Hey you! Siapapun kamu, tolong aku ! Aku terjebak disini!'
  'I will help you! Wait for a minutes.'
'Sepertinya suara ini tidak asing lagi untuk didengar. Aku tahu siapa dia, JUSTIN BIEBER!!'Kataku dalam hati.
  'Tenang aku akan mencoba mendobrak pintu ini!!' Teriak dia.


'Hey apakah kau Justin Bieber?' Teriakku sambil sedikit penasaran dan akhirnya aku mengeluarkan air mata.
'Hello!? Kau masih disana?? Kau belum menjawab pertanyaanku!' Kataku.
      *DORR!!!*
Pintu ini akhirnya terbuka, aku langsung melihat ke arah pria itu.
 'Justin ?!?!' Kataku sambil menangis.
'Yes me. Don't cry. Tenang, kau sudah keluar dari gudang ini. Jika aku jadi kamu, aku juga psti akan tidak kuat di ruangan sempit dan gelap ini.' Kata Justin sambil memelukku.
    'Justin, i want to say Thank You so Much. You've helped me twice.'
Tiba-tiba Justin melepaskan pelukan-nya. 'Dua kali?? Apakah aku pernah menolongmu sebelumnya?'
Akhirnya aku menceritakan kejadian waktu aju pingsan, dan Justin pun mengingatnya. Sudah hampir 2 jam kami bersama-sama di lorong dekat gudang ini. Aku merasakan ada sebuah kemsitri yang terjalin selama e jam ini, haha. Walaupun hanya 2 jam, benar apa kata Lily "You are the lucky girl!"
Aku dan Justin pun berpisah di lorong dekat gudang ini, kami berpisah dengan saling bertukar pin BlackBerry. Aku sangat senang sekali, untuk yang kedua kalinya dia memelukku. Aku yakin, para beliebers dan Lily akan cemburu jika mengetahui ini.

->> Next part 6
Much love xx

Bieber Love Story

Part 3
Written by: @kaniapputri

Ketika aku tahu ternyata Justin Bieber tinggal di Atlanta, aku berpikir 'Memang aku gadis beruntung sekali'  aku langsung menelpon Courtney, dan menanyakan apakah dia sudah pernah bertemu dengan Justin...
Me: 'Halo Courtney..!'
Courtney: 'Hi, Em! What's up?'
Me: 'I want to asking you something. Have you've ever met Justin bieber, during your stay in Atlanta ?' (Tanyaku gugup)
Courtney: 'Justin? Oh yea! Never yet...'


"KLIK!"

'Emily & Josh's POV'
Percakapan kami berlalu dengan sebentar. Ternyata Courtney belum pernah bertemu dengan Justin selama ia tinggal disana.
Okay..
Tidak terasa, sekarang sudah hampir malam. Aku harus menyiapkan perlengkapan sekolahku untuk senin besok. Aku tidak sabar, bagaimana respon teman-teman dengan kabar kalau aku akan pindah ke Atlanta. Selagi aku menyiapkan buku pelajaran untuk jadwal senin besok, aku baru ingat kalau buku catatan matematika-ku berada di Josh! Josh, dia adalah temanku sejak aku pertama masuk di kelas 1 SMA. Sampai sekarang kita selalu sekelas. Dia sangat jago matematika, fisika, sejarah juga. Aku langsung saja pergi ke rumah Josh untuk mengambil buku. Oh Gosh!!
Ternyata dia sedang tidak ada di rumah.

"RINGG !!!!!! RINNGG!!!"
Pukul 6 tepat. Aku tidak ada waktu untuk membereskan kasurku, hahaha. Aku langsung pergi ke kamar mandi sambil terburu-buru. 10 menit berlalu, aku sudah memakai seragamku.. Dan siap untuk pergi ke sekolah. Sebelum pergi, aku melihat ibu, ayah  dan Niel sudah berpakaian rapih, tentu saja mereka juga membawa barang-barang seperti koper, semua pakaian yang mereka punya mereka kemas semua.
  'Mom, dad, and you Niel! Where are you going ?" Tanyaku sambil terkejut.
Tidak ada yang menjawab pertanyaanku, mereka sibuk memberes-bereskan koper mereka. Terpaksa aku harus teriak 'MOM, DAD, NIEL !! WHERE ARE YOU GOING ?'
Akhirnya mereka mendengar teriakan ku.
 'Emily, kita semua sedang membereskan pakaian kita untuk pergi ke Atlanta. Kita akan melihat sekolah baru untukmu, sayang. So, today you permission to miss school'
Ternyata mereka akan pergi ke Atlanta!
 'What!? Okay, i joined! Tapi berapa lama kita akan disana, mom?' Tanyaku.
'Hanya beberapa minggu kita disana, jangan khawatir aku sudah menelpon gurumu untuk meminta izin beberapa minggu kedepan.' Jawab papa dengan santai.
   'Terus bagaimana dengan Niel?'
"Aku juga seperti mu, Em! Dad, sudah meminta izin juga kepada guruku.' Jawab Niel.
*Airport*
Kita semua sekarang sudah berada di airport. Astaga! Aku lupa menelpon Lily.
Aku langsung terburu-buru menelpon Lily.
Me: 'Hi, Lily!' (Tanyaku sedih)
Lily: 'Hi too, Em! Why you heard so sad?'
Me: 'Lily, now i'm in the aiport. Aku akan pergi ke Atlanta untuk melihat bagaimana keadaan sekolah untukku minggu depan. Atau mungkin juga, aku akan terus disini selamanya.'
Lily: 'Are you serious !?!? Mengapa begitu cepat, Em? Mengapa kau begitu mau meninggalkan kami sahabatmu. I know, you are also the lucky girl! But..... Okay, maybe it's your decision. I'll understand. I'll wait for you to come back to see your best friends here. I'll miss you!'


->> Next part 4
Much love xx

Bieber Love Story

Part 2
Written by: @kaniapputri

"KRING!! KRINGG!!!"
 Jam-ku sudah berdering. Tepat pukul 7 pagi. Aku sudah sangat kaget saja, aku mengira sekarang adalah hari senin ternyata sekarang hari......'
MINGGU!!! Thanks god.
Aku senang sekali, hari ini aku bebas dari tugas-tugas yang membuat kepalaku hampir pecah! Biasanya, pagi hari aku sudah lari pagi bersama papa dan Niel tetapi tidak tahu kenapa aku sangat malas hari ini. Usai beres-beres kamar, aku pergi ke kamar mandi. Aku ingin hari ini semua serba bersih dan segar! Sebelum aku ke kamar mandi, ayah memanggil ku tiba-tiba.
 'Em.. Emily! Sini, nak!' Teriak papa.
'yes, dad!'
Ternyata papa sudah sangat berpakaian rapi sekali. 'Dad, kau mau kemana? Rapi sekali hari ini.'
 'Emily, ayah sudah putuskan kau harus pindah ke Atlanta. Kau sekolah disana untuk melanjutkan ke kuliah nanti. Kau bisa tinggal bersama Courtney disana. Papa pikir ini adalah keputusan yang terbaik untukmu'
 'What..!?'




Responku memang tidak bagus saat itu. Jujur aku sangat kaget.
'What dad? Are you serious with your statement? Do you think, to adapt in the new school wasn't easy!'
 'I know! Papa juga pernah merasakan seperti itu. Tetapi bagaimana lagi? Ayah mohon, kamu turuti itu semua, okay?' Tegas papa.
Okay, aku akan menuruti semua kata mereka. Aku langsung mandi. Setelah itu, aku mengambil beberapa camilan kesukaanku di kulkas. Terutama cheese cake. Itu sangat lezat! Aku mengambil seluruh camilan bagianku di kulkas untukku nikmati sambil menonton film di kamar. Beberapa adegan terlewat begitu saja, ketika pada adegan Ada seseorang wanita remaja yang sangat mengidolakan penyanyi remaja lelaki dan dia sangat terkenal, aku langsung teringat pada seorang penyanyi lelaki remaja yang sangat di gilai oleh para gadis yaitu Justin Bieber. Hampir seluruh gadis di dunia, termasuk aku dan temanku Lily sangat menyukai Justin. Bedanya denganku, aku hanya menyukai lagu-lagu dia saja.

'Lily's POV'

 "BZZZ! BZZ!!" BZZZ!"
Telepon genggamku bergetar. Ketika aku lihat siapa dia, ternyata dia Lily! Dia adalah sahabatku sejak kecil, dia sangat pengertian dan dia juga sangat menyukai Justin Bieber itu. Katakan saja dia seorang BELIEBER.
 'Hello, Emily. How are you, long time no see!' Sapa dia, dengan gembira.
'Hello, Lily! What? Hahaha, baru saja kemarin sabtu kita bertemu di sekolah. Okay, what's up??'
 'No. Aku hanya menelponmu saja. Aku tidak betah di rumah, aku ingin pergi tetapi tidak tahu dengan siapa. Bagaimana dengan mu, Em?'
'Aku? Aku.. Aku sedang bingung. Papa bilang aku akan segera pindha sekolah ketika kenaikkan kelas 3 nanti. Aku sedih harus meninggalka kau dan yang lain.'-- ("Aku terpaksa mengatakan ini kepada Lily, sebenarnya aku ingin merahasiakan ini dulu")--Ucapku dalam hati.
   'What?!' Teriak Lily
'Mengapa kau pindah emily? Bagaimana dengan kami disini? Semua sahabatmu? Tetapi, kau mau pindah kemana?'
 'Aku akan dipindahkan ke Atlanta, karena kau tahu kan Courtney disana..' Jawabku lemas.
Mendengar perkataanku tadi, tiba-tiba saja Lily menjerit histeris
'Aaaaaaaaaaaa!!! Kau akan pindah ke Atlanta !?!? You know what !? Atlanta is, the country where Justin bieber live since he became famous!! Oh my gosh, Emily you're so lucky! Kamu dapat bertemu dengan Justin, em.'
   "KLIK"
Tiba-tiba obrolan kami di telepon tadi terputus. Aku baru tahu, mengapa waktu pertama kali Courtney pindah ke Atlanta dia sangat senang. Ternyata, Atlanta adalah tempat dimana Justin bieber tinggal selama dia terkenal. Aku sukup terkejut juga mendengar itu dari Lily. Pantesan Lily juga begitu histeris. Well, maybe I am one of the lucky girl in this world.


->> Next part 3
Much love xx

Bieber Love Story

Part 1
Written by: @kaniapputri

Introduce
Hai, namaku Emily Anastasha. Panggil saja aku Emily. Aku tinggal di Ottawa, Kanada tepatnya di ibu kota Kanada. Ayahku berasal dari negara Indonesia sedangkan ibuku dari Amerika Serikat. Kata eyangku, mereka berdua bertemu ketika papaku sedang study di Kanada dan mereka kebetulan satu ruangan di salah satu Universitas di Kanada. Dan akhirnya dalam waktu pendekatan yang singkat, mereka menikah. Ya, bisa dibilang aku Blaster-an haha.


Aku bukanlah satu-satunya anak yang dihasilkan dari buah cinta mereka. Tetapi aku mempunyai adik dan kakak. Aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Anak yang pertama adalah kakak ku, dia perempuan yang cantik tetapi rendah dalam pelajaran science haha. Dia bernama Courtney Brittany. Panggil saja dia Courtny. Kakak ku bersekolah di salah satu Universitas di Atlanta, prestasti dia disana cukup bagus.
Adikku. Daniel Preedy, atau biasanya dipanggil Niel. Dia anak terakhir yang dilahirkan oleh mamaku, haha. Dia seorang adik laki-laki yang jahil, tetapi dia sangat disayangi dikeluarga kami. Dia ber sekolah di Elementary School di Ottawa.

'Emily's POV'
Aku berumur 16 tahun. Aku bersekolah di Sekolah Menengah Atas yang hampir seluruh muridnya selalu mendapatkan beasiswa dan mempunyai prestasi bagus. Beberapa bulan kedepan, aku sudah menduduki kelas 3 dan umurku bertambah tua, haha. Ayahku mengatakan agar aku pindah sekolah. Aku sungguh terkejut dengan pernyataan itu. Padahal aku sudah sangat betah disini. tetapi, jika ini memang yang terbaik, apa boleh buat? Malam hari kami sekeluarga berkumpul di ruang tamu, kecuali Courtney karena dia sekarang di Atlanta. Kami semua berunding tentang sekolah baru untukku. Ini adalah keputusan yang paling menegangkan bagiku. Sebenarnya aku sangat malas kalau harus pindah sekolah lagi. Kau tahu kan bagaimana rasanya?

Rapat kecil-kecilan tadi malam yang dilakukan di ruang tamu itu sangat membuatku bosan, aku bingung apa yang harus aku jawab atas pertanyaan dari mereka. Akhirnya kau hanya menjawab 'okay..'
Ada sebuah pertanyaan dari mama 'emily... apakah kamu juga setuju ingin pindah sekolah'
  'um.. Sepertinya aku butuh waktu untuk menjawabnya mom.' jawabku tergesah-gesah.
Akhirnya mama dan papa mengerti atas pernyataanku tadi. Tidak berapa lama kemudian Courtney yang sedang ada di Atlanta menelpon ke rumah, dan lagi-lagi aku yang menjawabnya.
  'Hello..!' seru Courtney
'Hi..! How are you? All here really miss you! When you come back?' Tanyaku dengan semangat.
   Tiba-tiba, percakapan kami sedikit hening. Courtney memulai percakapannya kembali.
'Emily, aku tahu kalian disana pasti sedang memikirkan sekolah baru untukmu, kan?'
 "Bagaimana dia bisa tahu, kalau aku akan pindah sekolah?"--Pikirku sejenak.
'Courtney, kau?? Me-m-mengetahui semua itu dari siapa?'
 'Haha, surely i know! Aku tahu semua itu dari Niel. Anak itu yang memberi tahu semuanya.'

Tidak sengaja papa langsung memotong percakapan kami. 'Ada apa, Emily?'
 'Nothing dad. Apakah kau ingin berbicara dengan Courtney?' Tanyaku pada papa.
'Sure! Give me that phone! Hey.. Courtney.' Sapa papa kepada Courtney. Sepertinya papa sangat rindu sekali pada Courtney
Percakapan mereka lumayan lama, memakan waktu sekitar setengah jam. Sedangkan mama tidak sempat berbicara dengan Courtney karena mama mungkin kecapek-an dan sudah tidur duluan. Selesai rapat,
kami semua pergi ke kamar masing-masing. Berharap besok menjadi hari yang lebih baik dari sekarang.


->> Next part 2
Much love xx